Jum'at, 9 November 2012
Aksi Solidaritas yang baru berjalan selama 45 menit dari pukul 14.10
Wita ini berakhir dengan pembubaran paksa dari pihak kepolisian. Made
Arsana, petugas kepolisian yang menggunakan atribut kesatuan sabhara
membubarkan massa aksi dengan merampas spanduk yang dibentangkan massa
aksi. “Kalian harus bubar, aksi kalian tidak ada izin,” bentaknya sambil
menarik spanduk yang tengah dibentangkan massa aksi.
Seorang polisi lain juga menyatakan agar massa membubarkan diri
karena adanya event International Bali Democracy Forum dan menyarankan
agar aksi diundur esok harinya. Setelah berhasil membubarkan massa aksi,
Made Arsana langsung melaporkan ke atasannya, “Aksinya sudah saya
bubarkan, Pak” katanya melalui handy talkie dengan nada bangga.“Ini adalah hal ironis sekali. Di tengah penyelenggaraan forum demokrasi internasional, upaya untuk menyampaikan solidaritas anti kekerasan terhadap aktivis justru dibubarkan. Apakah kekuasaan hendak menutup-nutupi borok demokrasi di mata dunia internasional?” ujar Pande Nyoman Taman Bali menyesalkan pembubaran paksa pihak kepolisian ini.
Menurut aktivis Frontier Bali ini, polisi seharusnya menjamin hak menyampaikan pendapat dapat disampaikan, bukan asal membubarkan dengan cara yang dianggapnya tidak bermartabat. Sebelumnya perwakilan “Solidaritas Tolak Kekerasan Aktivis” telah menyerahkan surat pemberitahuan kepada pihak Polresta Denpasar yang diterima oleh petugas piket I Made Surarya.
Sumber : http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2012/11/10/aksi-solidaritas-kekerasan-pada-aktivis-dibubarkan-aparat.html
Photo by Stllwt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar