Main Menu

Minggu, 11 November 2012

Aksi Solidaritas Tolak Kekerasan Terhadap Aktivis Dibubarkan Aparat

Aksi Solidaritas Tolak Kekerasan Terhadap Aktivis

Jum'at, 9 November 2012

Puluhan Mahasiswa dan Aktivis LSM pada pukul 02.00 WITA mulai berbaris didepan Kampus Sudirman Universitas Udayana. Kali ini aksi mereka menyuarakan sikap mereka menolak kekerasan terhadap aktivis. Aksi ini juga bertujuan menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pemukulan Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali, I Wayan Suardana alias Gendo pada hari Senin, 5 November 2012 lalu. “Profesionalitas Polda Bali dipertaruhkan dalam perlindungan Hak asasi Manusia dan rasa aman masyarakat terkait pengusutan kasus ini,” ujar Eka sekaligus berharap agar polisi juga bisa menangkap aktor intelektual dibalik penyerangan ini.
Aksi Solidaritas yang baru berjalan selama 45 menit dari pukul 14.10 Wita ini berakhir dengan pembubaran paksa dari pihak kepolisian. Made Arsana, petugas kepolisian yang menggunakan atribut kesatuan sabhara membubarkan massa aksi dengan merampas spanduk yang dibentangkan massa aksi. “Kalian harus bubar, aksi kalian tidak ada izin,” bentaknya sambil menarik spanduk yang tengah dibentangkan massa aksi.
Seorang polisi lain juga menyatakan agar massa membubarkan diri karena adanya event International Bali Democracy Forum dan menyarankan agar aksi diundur esok harinya. Setelah berhasil membubarkan massa aksi, Made Arsana langsung melaporkan ke atasannya, “Aksinya sudah saya bubarkan, Pak” katanya melalui handy talkie dengan nada bangga.
“Ini adalah hal ironis sekali. Di tengah penyelenggaraan forum demokrasi internasional, upaya untuk menyampaikan solidaritas anti kekerasan terhadap aktivis justru dibubarkan. Apakah kekuasaan hendak menutup-nutupi borok demokrasi di mata dunia internasional?” ujar Pande Nyoman Taman Bali menyesalkan pembubaran paksa pihak kepolisian ini.
Menurut aktivis Frontier Bali ini, polisi seharusnya menjamin hak menyampaikan pendapat dapat disampaikan, bukan asal membubarkan dengan cara yang dianggapnya tidak bermartabat. Sebelumnya perwakilan “Solidaritas Tolak Kekerasan Aktivis” telah menyerahkan surat pemberitahuan kepada pihak Polresta Denpasar yang diterima oleh petugas piket I Made Surarya.

Sumber : http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2012/11/10/aksi-solidaritas-kekerasan-pada-aktivis-dibubarkan-aparat.html

Photo by Stllwt















 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar